Dunia Barat abad kedua puluh berbeda sekali dengan
abad kesembilan belas. Bukan saja karena semua perubahan teknis dan ekonomis
serta kedua perang dunia yang menghancurkan banyak negara, melainkan juga
karena gaya hidup, bentuk seni, jenis musik dan cara berpikir sama sekali
berbeda.
Sering dikatakan bahwa dalam
pemikiran abad kedua puluh, heterogenitas dan kuantitas aliran-aliran lebih
menonjol daripada kualitas mereka. Jumlah aliran dan perselisihan pendapat
memang besar, tetapi di tengah semua kekacauan masih tetap menonjol beberapa
pemikir yang penting.
Salah satu sebab heterogenitas
filsafat abad kedua puluh adalah “profesionalisme” yang semakin besar.
Kebanyakan filsuf abad kedua puluh merupakan spesialis-spesialis dalam
matematika, fisika, psikologi, sosiologi dan ekonomi. Jelas bahwa titik pangkal
yang khas ini juga membawa sutau cara berpikir yang khas dan suatu perhatian
untuk masalah-masalah yang khas pula.
